KSR PMI BSI

Sabtu, 14 Desember 2013

Kesehatan Remaja Modul III

MODUL III
GENDER

TOPIK 1: SEKS dan GENDER

APAKAH SEKS ITU?
Seks atau jenis kelamin merupakan karakteristik biologis-anatomis (khususnya sistem reproduksi dan hormonal) diikuti dengan karakteristik fisiologis tubuh yang menentukan seorang laki-laki atau perempuan.
Laki-laki: memiliki penis, testis, dan memproduksi sperma.
Perempuan : punya vagina, rahim, melahirkan, dan menyusui.
Alat-alat tersebut berlaku untuk jangka waktu selamanya, dimana saja, dan secara fungsi tidak dapat dipertukarkan.
 
APAKAH GENDER ITU?
GENDER
Secara mendasar, konsep gender berbeda dengan seks. Gender merupakan sifat yang melekat pada kaum laki-laki atau perempuan yang dikonstruksikan secara sosial ataupun kultural. Ada pula yang mengartikannya sebagai pembagian peran dan tanggung jawab baik laki-laki maupun perempuaan yang ditetapkan masyarakat ataupun budaya. Karakteristik yang berlawanan antara laki-laki dan perempuan:
Laki-laki :
  • Maskulin
  • Rasional
  • Tegas
  • Agresif
  • Objektif
  • Kasar
Perempuan
  • Feminim
  • Emosional
  • Fleksibel
  • Pasif
  • Subjektif
  • Lembut
Padahal, sebenarnya, karakteristik tersebut bisa berubah dan dapat dipertukarkan. Artinya, perempuan bisa memiliki sifat maskulin dan tegas. Sebaliknya, laki-laki juga ada yang bersifat feminin dan lembut. Perbedaan yang mendasar antara seks dan gender:

Seks
  • Tidak bisa berubah
  • Tidak bisa dipertukarkan
  • Berlaku sepanjang masa
  • Berlaku di mana saja
  • Berlaku bagi siapa saja
  • Ditentukan oleh Tuhan atau kodrati
Gender
  • Bisa berubah
  • Bisa dipertukarkan
  • Bergantung masa
  • Bergantung budaya masing-masing
  • Berbeda antara satu golongan dan yang lain
  • Dibentuk dan dibuat oleh masyarakat
TOPIK 2 : PERAN GENDER

Perbedaan jenis kelamin melahirkan perbedaan gender termasuk perbedaan peran. Inilah yang memunculkan istilah yang disebut sebagai peran kodrati dan peran gender. Peran kodrati adalah peran yang muncul berdasarkan jenis kelamin dan tidak dapat dipertukarkan. Peran gender adalah peran yang muncul berdasarkan norma yang ada dalam diri dan masyarakat serta tidak berhubungan dengan jenis kelamin sehingga dapat dipertukarkan.

TOPIK 3: KETIDAKADILAN GENDER
 
APAKAH KETIDAKADILAN GENDER ITU ?
Ketidakadilan gender adalah berbagai tindak diskriminasi yang bersumber pada keyakinan gender. Bentuk Ketidakadilan Gender
  • Marginalisasi : peminggiran/pemiskinan ekonomi
  • Subordinasi : anggapan/perlakuan bahwa perempuan tidak  penting (nomor dua)
  • Stereotipe: pelabelan/stigma
  • Violence : kekerasan
  • Diskriminasi : pembedaan
  • Multi-Berden : beban kerja lebih panjang dan banyak Bentuk-bentuk ketidakadilan gender tersebut tak bisa dipisahkan karena satu sama lain saling berkaitan dan mempengaruhi.
TOPIK 4 : KEBUTUHAN PRAKTIS dan KEBUTUHAN STRATEGIS GENDER

APAKAH KEBUTUHAN PRAKTIS GENDER ITU ?
Kebutuhan praktis gender adalah kebutuhan yang berhubungan untuk memenuhi kebutuhan praktis supaya seseorang bisa menjalankan fungsi sesuai dengan tugas dan peran gender masing-masing. Kebutuhan praktis gender juga merupakan respons untuk lebih mendekatkan pada kebutuhan yang lebih spesifik. Kebutuhan praktis gender ini biasanya diformulasikancdari kondisi nyata pengalaman perempuan dan untuk kelangsungan hidup manusia.

APAKAH KEBUTUHAN STRATEGIS GENDER ITU ?
Kebutuhan strategis gender adalah kebutuhan yang muncul dari posisi subordinat perempuan yang tidak menguntungkan dalam masyarakat. Kebutuhan strategis ini berkaitan dengan peningkatan posisi perempuan yang memerlukan waktu lama untuk mewujudkannya. Kebutuhan strategis gender juga mempersoalkan peran sub-ordinat perempuan dan akibatnya terhadap ketidakadilan atau diskriminasi gender. Kebutuhan strategis gender ini berkaitan dengan pembagian kerja, kekuasaan, dan kontrol. Perbedaan kebutuhan praktis dan strategis gender dapat diringkas sebagai berikut.
KEBUTUHAN PRAKTIS
Fokus pada Perempuan
  • Memenuhi kebutuhan dasar pada saat ini (jangka pendek)
  • Ditujukan untuk meningkatkan kondisi perempuan
  • Ditujukan pada kondisi perempuan di kelompok tertentu
KEBUTUHAN STRATEGIS
Fokus pada relasi gender, misalnya hubungan perempuan dengan laki-laki.
  • Untuk meningkatkan posisi perempuan (jangka panjang)
  • Ditujukan pada posisi perempuan dalam kategori relatif terhadap laki-laki
PEMBERDAYAAN
Selama ini, perempuan sulit mengidentifikasikan kebutuhan strategis gender mereka sendiri. Bahkan, pada saat perempuan tahu alternatif pemecahan untuk mencapai perubahan tersebut, kebutuhan praktis dan cara mempertahankan hidup selalu menjadi prioritas utama. Sebenarnya, jika diberi kesempatan yang cocok, perempuan bisa menjelaskan situasi, kondisi, dan posisi mereka yang sesungguhnya. Kebutuhan strategis ini biasanya akan muncul dengan cepat dalam pertemuan informal.


Semoga Bermanfaat !!!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar