MODUL III
GENDER
TOPIK 1: SEKS dan GENDER
APAKAH SEKS ITU?
Seks
atau jenis kelamin merupakan karakteristik biologis-anatomis (khususnya
sistem reproduksi dan hormonal) diikuti dengan karakteristik fisiologis
tubuh yang menentukan seorang laki-laki atau perempuan. Laki-laki: memiliki penis, testis, dan memproduksi sperma.
Perempuan : punya vagina, rahim, melahirkan, dan menyusui.
Alat-alat tersebut berlaku untuk jangka waktu selamanya, dimana saja, dan secara fungsi tidak dapat dipertukarkan.
APAKAH GENDER ITU?
GENDER
Secara
mendasar, konsep gender berbeda dengan seks. Gender merupakan sifat
yang melekat pada kaum laki-laki atau perempuan yang dikonstruksikan
secara sosial ataupun kultural. Ada pula yang mengartikannya sebagai
pembagian peran dan tanggung jawab baik laki-laki maupun perempuaan yang
ditetapkan masyarakat ataupun budaya. Karakteristik yang berlawanan
antara laki-laki dan perempuan: Laki-laki :
- Maskulin
- Rasional
- Tegas
- Agresif
- Objektif
- Kasar
- Feminim
- Emosional
- Fleksibel
- Pasif
- Subjektif
- Lembut
Seks
- Tidak bisa berubah
- Tidak bisa dipertukarkan
- Berlaku sepanjang masa
- Berlaku di mana saja
- Berlaku bagi siapa saja
- Ditentukan oleh Tuhan atau kodrati
Gender
- Bisa berubah
- Bisa dipertukarkan
- Bergantung masa
- Bergantung budaya masing-masing
- Berbeda antara satu golongan dan yang lain
- Dibentuk dan dibuat oleh masyarakat
TOPIK 2 : PERAN GENDER
Perbedaan jenis kelamin melahirkan perbedaan gender termasuk perbedaan peran. Inilah yang memunculkan istilah yang disebut sebagai peran kodrati dan peran gender. Peran kodrati adalah peran yang muncul berdasarkan jenis kelamin dan tidak dapat dipertukarkan. Peran gender adalah peran yang muncul berdasarkan norma yang ada dalam diri dan masyarakat serta tidak berhubungan dengan jenis kelamin sehingga dapat dipertukarkan.
TOPIK 3: KETIDAKADILAN GENDER
APAKAH KETIDAKADILAN GENDER ITU ?
Ketidakadilan gender adalah berbagai tindak diskriminasi yang bersumber pada keyakinan gender. Bentuk Ketidakadilan Gender - Marginalisasi : peminggiran/pemiskinan ekonomi
- Subordinasi : anggapan/perlakuan bahwa perempuan tidak penting (nomor dua)
- Stereotipe: pelabelan/stigma
- Violence : kekerasan
- Diskriminasi : pembedaan
- Multi-Berden : beban kerja lebih panjang dan banyak Bentuk-bentuk ketidakadilan gender tersebut tak bisa dipisahkan karena satu sama lain saling berkaitan dan mempengaruhi.
TOPIK 4 : KEBUTUHAN PRAKTIS dan KEBUTUHAN STRATEGIS GENDER
APAKAH KEBUTUHAN PRAKTIS GENDER ITU ?
Kebutuhan
praktis gender adalah kebutuhan yang berhubungan untuk memenuhi
kebutuhan praktis supaya seseorang bisa menjalankan fungsi sesuai dengan
tugas dan peran gender masing-masing. Kebutuhan praktis gender juga
merupakan respons untuk lebih mendekatkan pada kebutuhan yang lebih
spesifik. Kebutuhan praktis gender ini biasanya diformulasikancdari
kondisi nyata pengalaman perempuan dan untuk kelangsungan hidup manusia.
APAKAH KEBUTUHAN STRATEGIS GENDER ITU ?
Kebutuhan
strategis gender adalah kebutuhan yang muncul dari posisi subordinat
perempuan yang tidak menguntungkan dalam masyarakat. Kebutuhan strategis
ini berkaitan dengan peningkatan posisi perempuan yang memerlukan waktu
lama untuk mewujudkannya. Kebutuhan strategis gender juga mempersoalkan
peran sub-ordinat perempuan dan akibatnya terhadap ketidakadilan atau
diskriminasi gender. Kebutuhan strategis gender ini berkaitan dengan
pembagian kerja, kekuasaan, dan kontrol. Perbedaan kebutuhan praktis dan
strategis gender dapat diringkas sebagai berikut.
KEBUTUHAN PRAKTIS
Fokus pada Perempuan- Memenuhi kebutuhan dasar pada saat ini (jangka pendek)
- Ditujukan untuk meningkatkan kondisi perempuan
- Ditujukan pada kondisi perempuan di kelompok tertentu
Fokus pada relasi gender, misalnya hubungan perempuan dengan laki-laki.
- Untuk meningkatkan posisi perempuan (jangka panjang)
- Ditujukan pada posisi perempuan dalam kategori relatif terhadap laki-laki
PEMBERDAYAAN
Selama
ini, perempuan sulit mengidentifikasikan kebutuhan strategis gender
mereka sendiri. Bahkan, pada saat perempuan tahu alternatif pemecahan
untuk mencapai perubahan tersebut, kebutuhan praktis dan cara
mempertahankan hidup selalu menjadi prioritas utama. Sebenarnya, jika
diberi kesempatan yang cocok, perempuan bisa menjelaskan situasi,
kondisi, dan posisi mereka yang sesungguhnya. Kebutuhan strategis ini
biasanya akan muncul dengan cepat dalam pertemuan informal.Semoga Bermanfaat !!!
Tidak ada komentar :
Posting Komentar